| # |
2021 |
2022 |
2023 |
2024 |
2025 |
2026 |
| Target |
119.71 |
119.34 |
118.84 |
116.98 |
84 |
13.24 |
| Realisasi |
119.98 |
109.72 |
100.32 |
90.99 |
129.33 |
0 |
Deskripsi :
Indeks Risiko Bencana menunjukkan tingkat potensi kerugian akibat bencana di suatu wilayah, yang dipengaruhi oleh bahaya (hazard), kerentanan (vulnerability), dan kapasitas (capacity). Semakin tinggi nilai indeks, maka semakin tinggi risiko bencana.
Berdasarkan data tahun 2021–2025, target IRB cenderung menurun setiap tahun, yang berarti pemerintah menargetkan penurunan risiko bencana secara bertahap.
Analisis :
Target mengalami penurunan konsisten dari 119,71 (2021) menjadi 115,11 (2025), menunjukkan adanya upaya sistematis untuk menurunkan risiko bencana.
Capaian Realisasi
2021: Realisasi (119,98) sedikit lebih tinggi dari target ? risiko masih tinggi
2022–2024: Realisasi lebih rendah dari target (109,72 ? 90,99) ? menunjukkan perbaikan signifikan dalam pengurangan risiko
2025: Realisasi melonjak menjadi 129,33, jauh di atas target (115,11) ? terjadi peningkatan risiko yang drastis
Solusi :
Penguatan Mitigasi Bencana
Peningkatan infrastruktur pengendali bencana (drainase, tanggul, dll)
Rehabilitasi kawasan rawan bencana
Peningkatan Kapasitas Masyarakat
Edukasi dan pelatihan kebencanaan
Pembentukan desa tangguh bencana
Penguatan Sistem Peringatan Dini
Optimalisasi teknologi early warning system
Integrasi data cuaca dan bencana secara real-time
Perencanaan Berbasis Risiko
Integrasi IRB dalam perencanaan pembangunan daerah
Pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah rawan
Evaluasi Tahun 2025
Melakukan kajian khusus terhadap lonjakan IRB
Identifikasi faktor penyebab utama (hazard, vulnerability, capacity)
Menyusun intervensi yang lebih spesifik dan tepat sasaran